Senin, 19 Desember 2011

“ Hello, Goodbye...”

Float itu hampir lumer, tanpa sekalipun diminum..

Hanya tangan kecilku  terus mengaduk-aduknya hingga hampir tak berwujud..

“lalu, bagaimana kamu bisa tau lagi semua tentang  aku?nomer hp, tempat kerja, bahkan keadaan ku?”
Ucapku memecah hening, sedari tadi dia hanya memandangi ku tanpa kedip, janggal rasanya...

“ buat aku,melacak kamu bukan hal yang sulit, dinda...apa lagi yang mau kamu tanyakan sekarang? “

Aku diam, menunduk , perasaan ku sedang tidak baik hari ini, tapi mengapa harus dia yang ada dihadapanku sekarang?

“ dari dulu aku paling benci liat kamu sedih, sekarang kamu bukan sedih lagi, tapi kacau, tau! “ ucapnya tajam

Ku katupkan bibirku, sensasi dingin itu kembali menyerangku,...sesak kembali datang menghambat kalimat-kalimatku..

“ lantas sekarang kamu mau apa? Menyusul dia kepulau itu? Memaksa dia kembali sama kamu karena kamu masih bermimpi berdiri di pelaminan sama dia?”
Tolong jangan katakan itu!
“ dia sudah tidak menginginkan kamu lagi, dinda”
Cukup...jangan lanjutkan kalimat itu....
“bahkan dia sudah punya new princess yang siap nemenin dia kapan aja”
Berhenti!tolong berhenti!!tolong!!

Air mataku tumpah, mataku memerah, kalimat-kalimat itu lebih tajam dari pisau bagiku, mengapa tidak  hujamkan pisau sungguhan saja ke dadaku?bagiku Itu jauh lebih manusiawi,...

Susah payah kuatur nafasku,
“itu bukan urusan kamu kan? Itu urusanku dengan mimpi-mimpi ku!” ucapku sinis
“halo nona ambisius, apa kabar dengan mimpi-mimpi kamu?” ucapnya menyindir
“’halo tuan tanpa mimpi, sudah lelah berjalan tanpa arah??” jawabku ketus
“siapa bilang aku ngga punya mimpi, dinda?” tanyanya dengan nada melunak
 Aku hanya tersenyum sinis , “so, what kind of dream?”
“ punya istri kaya’ kamu, atau mungkin tepatnya, kamu!” ucapnya menatap mataku

Aku tertawa lepas, itu adalah hal paling lucu yang pernah ku dengar, seseorang yang takut dengan komitmen, bicara seperti itu, lumayan untuk hiburan penutup hari kacau ku....

Lama dia menatapku yang tertawa geli, sampai akhirnya dia kembali bicara...
“dinda, mau sampai kapan kamu menganggap kita sudah selesai?padahal mulai saja kita belum...”
“aku sedang tidak selera untuk dirayu dan kamu tau itu...apalagi hari ini...!” ucapku ketus
“iya, hari dimana orang yang kamu cintai setengah mati, jatuh cinta sama orang lain, kan?what a perfect  love story!”  ucapnya gemas

Aku hanya diam, ada jurang terdekat dari sini?bisa aku terjun bebas ke dasarnya?sepertinya itu jadi hal masuk akal untukku saat ini...

“tolong, hargai apa yang aku rasakan, bahwa aku masih mencintai dia...apapun yang terjadi, termasuk saat dia ternyata memilih orang lain dan bukan aku...” ucapku lirih, rasanya aku butuh oksigen ekstra untuk hanya sekedar bicara...

“terserah kamu...aku ngga punya hak apa-apa lagi untuk mempengaruhi keputusan kamu, tapi kamu tau, aku juga merasa ngga kalah tolol sama kamu, karena terus-terusan cinta dan mengharapkan kamu,orang yang tidak lagi cinta sama aku!” ucapnya kesal

Kulirik jam tanganku, pukul 12 malam.....terimakasih Tuhan, hari sudah hampir berganti, aku benci hari ini!!

“aku mau pulang...ngga usah dianter, banyak taxi di depan sini” ucapku sembari memakai jaket, yakin aku ingin melangkah walaupun hujan diluar tidak bersahabat.

“kamu pasti tau jawaban aku, ‘ngga’ kan?kamu tau kalau aku akan maksa kamu untuk nganter kamu pulang  kaya’ dulu kan?lantas kenapa harus sok mandiri seperti itu, dinda?lagipula diluar hujan deras, mana tega aku biarin kamu ujan-ujanan, please...maybe it's our last time, right?...” ucapnya lelah, mata bulatnya memandangku tajam , tatapan mata yang sama dengan beberapa tahun lalu...tatapan yang mengisyaratkan perpisahan....

“terimakasih untuk tiba-tiba ada hari ini, dan terimakasih untuk bersedia menghilang lagi dari hidup aku, karena itu lebih baik untuk aku dan kamu...tolong jangan hubungi aku lagi ya....itu jauh lebih baik...”ucapku memandangnya lekat-lekat....

“keliatan atau ngga keliatan aku selalu ada di deket kamu, anytime” ucapnya menutup pertemuan.

Dia tersenyum...senyum yang sama...
Senyum yang cukup manis, Tapi tidak pernah bisa mengobati kekacauan hari ini...
Dan..sakit yang kurasa hari ini...

“Good bye” ucapku menutup pintu rumah hati-hati....

 Life is so  fast huh?...as fast as we say “hello” and “goodbye” ...







 Cibubur, 23 - 10 - 2011
 23.15 pm

Mini Spatula untuk Saya.....

“Kenapa spatula???”

Itu pertanyaan yang secara otomatis muncul diotak saya saat saya menerima benda kecil itu..
Spontan tawa saya meledak memenuhi ruangan mewah itu disertai pandangan lurus teman2 saya...
Benda mungil itu berbentuk spatula dari stenless putih mengkilap, dengan ukiran

Winner of Gold archie BSM #43

Terlihat jelas bahwa harga benda itu tidak mungkin sama dengan ukurannya, mahal sepertinya...

Sejenak saya mengatur napas saya satu-satu tidak mungkin saya terus tertawa sedangkan satu ruangan menunggu speech dari saya sebagai si empu nya “piala” itu...
“mmmmm... spatulanya bagus, tapi sayang, ngga bisa buat masak” ucap saya memulai pidato,
Disertai tawa teman-teman saya., dan baru kali ini saya merasa bingung untuk bicara di depan umum, baru kali ini dalam seumur hidup saya,..

Tidak seperti public speaking saya sebelum2nya dalam hidup saya, kali ini tidak banyak kalimat yang keluar dari bibir saya, semua kalimat macet ditempat, terlalu banyak senyum saat itu, sehingga kata-kata tak lagi punya ruang untuk keluar,...

Saya kembali duduk setelah menyelesaikan pidato singkat saya,
saya amati lekat-lekat benda kecil itu, kalau memang penghargaan itu identik dengan istilah “piala” maka mini spatula ini adalah piala saya. Piala yang diberikan kepada saya lengkap dengan predikat terukit dipermukaannya., Winner of Best  Archie
saya tidak pernah bermimpi dapat predikat ini, jangankan berharap, bermimpipun tidak berani, bagaimana saya harus bersaing dengan 26 peserta lain yang notabene adalah manager-manager muda diperusahaan saya yang mewakili masing-masing cabang nya untuk wilayah Jabodetabek,jawa timur, jawa barat, dan balikpapan....

Ya Tuhan mimpi apa saya semalam?
Bertemu dengan mereka semua saja sudah merupakan kebanggaan dan hal luar biasa bagi saya, bisa berbagi cerita, pengalaman dan ilmu....mereka semua orang-orang cerdas, kumpulan orang-orang cerdas tepatnya...hampir dari semuanya memiliki kemampuan luar biasa dalam hal leadership, koordinasi, komunikasi, dan pengetahuan tentang operasional perusahaan,..mereka semua lulusan perguruan tinggi ternama, mayoritas negeri dan sisanya swasta elite...bagi saya, bisa masuk keperusahaan ini saja sudah suatu kehormatan, bergabung,disamakan kemampuan dan kecerdasanya dengan mereka, dan sekarang malah dianggap unggul dan mendapat penghargaan dengan katogeri prestige tertinggi seperti ini membuat saya ingin meledak karena bahagia....

Spatula itu melambangkan perusahaan saya yang bergerak dibidang makanan siap saji, salah satu perusahaan terbesar didunia dengan jumlah cabang diatas rata-rata...
Entahlah,saya mau apakan mini spatula ini, mungkin akan saya simpan di kotak kaca...
Saya merasa seperti spongebob yang cinta spatula, karena dari film cartoon itu saya pertama kali kenal istilah spatula sebelum 2 bulan yang lalu masuk ke perusahaan ini...

Lulus Trainee manager dengan nilai tertinggi dan kemampuan speaking yang dianggap baik, adalah hadiah terbaik kedua dari Tuhan setelah predikat kelulusan cumlaude saya di universitas 6 bulan yang lalu, 2 penghargaan dalam satu tahun! ..habis sudah kalimat untuk melambangkan perasaan senang saya  saat ini...
Terimakasih Tuhan, semoga ini adalah awal dari perjalanan karier baik saya,....

Winner of Golden Archie BSM #43

 Ini hanya awal bukan? Perjalanan masih jauh, masih banyak yang harus dipelajari dan diraih....masih terlalu dini untuk berhenti belajar untuk menjadi yang pemimpin yang baik...yang terbaik....

Jumat, 11 November 2011


Saya itu bukan bunga dalam pot!
Saya rumput liar...tumbuh dan hilang sesuka hati, tidak mudah layu dan kamu cabut...

Saya itu bukan gelas kristal!
Saya  gelas plastik bercorak warna warni, menggemaskan untuk kamu banting berkali-kali, dan saya akan baik-baik saja!

Saya bukan gaun sutra!
Saya katun nyaman yang tidak mudah rusak saat kamu sentuh dan cuci berkali-kali..

Terus anggap ringkih saya...
Tidak apa-apa, toh semuanya tidak berarti apa-apa untuk saya...karena saya sedang sibuk berjibaku dengan dunia saya yang kamu tidak tau...dan tidak akan pernah kamu tau...

You are bad angel, Dear!

Dari dulu kamu tidak percaya akan adanya abu-abu...

Kamu terlalu naif!

Bagi kamu, malaikat selama akan selalu menjadi malaikat...
Dia tidak akan pernah pernah berbuat jahat dan menyakiti...

aku hanya tersenyum...

Karena bagiku, kamu adalah malaikat, dan kita sedang berpijak dalam medan serba relatif ...

Dan, Bagi kamu..devil selalu akan jadi devil...
Dia tidak akan pernah berbuat baik dan menyembuhkan luka...

Aku hanya tersenyum...
Sekali lagi, kamu pasti lupa bahwa kita sedang berpijak dalam medan serba relatif...

Aku tidak pernah bisa berbuat banyak untuk membuktikan akan adanya bad angel dan sweet devil..
Tapi yang jelas aku percaya...bahwa manusia, yang tidak terkecuali kamu pasti  bisa berperan menjadi keduanya, entah itu bad angel dan sweet devil...

“aku mau terus jadi sweet angel buat kamu!” ucapmu setahun yang lalu dengan senyum..

Aku balas dengan senyum pemakluman, karena aku tau kamu belum pernah mengerti rasanya menyakiti walaupun kamu sudah sering disakiti...

“nanti kamu akan tau” ucapku sembari mengusap pipimu...

Setahun sudah...

Dan sadarkah kamu??sekarang Kamu adalah bad angel!...kamu bermetamorfosa menjadi malaikat paling buruk yang pernah aku tau..

Tidak apa2...toh dari dulu aku sudah lebih dulu sadar bahwa semuanya serba relatif dan bisa berubah kapan saja...

Hanya kenaifan kamu yang membuat aku tersenyum geli... lalu sekarang apa lagi yang mau kamu sangkal?

Disaat kamu merencanakan semuanya untuk membangun kastil baru dengan ratu baru kamu dan menyusun strategi agenda settingmu untuk meningglkan aku dengan cara yang membuat aku hanya bisa tersenyum...

Ini terlalu mudah untuk ditebak, bad angel.....semua rencanamu studi kamu keluar negeri, dan jarak kita yang terlalu jauh...itu agenda setting paling  mencolok yang tidak berhasil menyelimuti kedekatan kamu dengan dia ....

 Lalu apa lagi yang kamu mau sangkal sekarang? Masihkah kamu bisa jadi sweet angel?
Jangan begitu...! jangan terlalu naif seperti itu,, dari dulu sudah aku bilang, tapi kamu tidak percaya...

Selamat untuk hidup baru kamu... aku orang paling bahagia melihat kamu bahagia...

Semoga kamu cepat bisa melepas baju kenaifan kamu...dan berubah menjadi orang yang jauh lebih realistis....

Realistis bahwa malaikat terindah seperti kamu sekalipun sanggup mengkontruksi rencana untuk menyakiti, ..

You are bad angel, dear...!

Minggu, 06 November 2011

Perjalanan untuk bermuara pada lautan...

Sebagai warga sungai, Akhirnya....

Saya memutuskan untuk jadi air...bukan batu...
Saya ingin mengalir terus...pergi dari batu-batu yang berdiam mematung..

Mengalami perjalanan penuh kejutan menuju lautan...tempat akhirnya nanti saya bermuara...
Mengalami perjalanan tak terprediksi penuh energi untuk akhirnya saya sampai disana...

Pergi menantang ketinggian untuk terjun, saat saya harus menjadi air terjun,
Pergi menantang berbagai musim, yang memungkinkan saya terpecah menjadi mikro buih dan kemudian utuh kembali 
Pergi  bergulat dengan ikan-ikan lapar yang berenang melawan arus...yang membuat saya harus berhenti sejenak...dan berjalan lagi...

Semuanya hanya untuk kemudian bisa melanjutkan perjalanan kembali...

Perjalanan yang menyimpan sejuta kejutan....

Perjalanan untuk bermuara pada lautan....

Jumat, 28 Oktober 2011

Kembali Utuh...


Terima kasih untuk menampar saya dengan tamparan yang terhebat...

Seperti obat..tamparan kamu memang pahit, tapi itu justru menyembuhkan saya dalam keadaan sebaik- baiknya...

Ternyata rasa sakit kemarin adalah klimaks untuk saya.. turbulensi dalam sel otak saya yang kemudian meledakkan sensasi yang tak terdefinisi...

Terimakasih telah membebaskan saya dari rasa yang melumpuhkan itu, yang menghambat kinerja otak saya, yang membuat badan saya mengindikasikan bahwa saya sedang sakit parah, yang membuat saya kehilangan diri saya sendiri...

Pada akhirnya saya kembali dapat mencintai diri saya dengan utuh...
Dan betapa saya merindukan itu...

Akhirnya sekarang saya  bisa kembali hidup normal dengan pribadi saya...
Menjalani hari-hari saya dengan energi penuh, hidup bahagia saya kembali...utuh...

Sekali lagi terima kaih untuk tamparan kamu..
Yang menyadarkan bahwa kebahagiaan saya harus independent...tidak tergantung dengan sesuatu atau seseorang ...bahwa saya berhak untuk selalu bahagia...apapun keadaannya...

Pada akhirnya..saya kembali harus mengucapkan...
Terimakasih untuk melumpuhkan dan... kemudian menyembuhkan saya....








-sun shine, secangkir independensi dan semangkuk senyum kebebasan.. -

Sabtu, 22 Oktober 2011

Bahagia untuk kamu...

Jangankah melangkah, bahkan saya belum bisa beranjak se inci pun, tapi kamu sudah pergi berlari meninggalkan saya, jauh sebelum saya bisa berdiri tegak lagi.... saya turut bahagia untuk kamu,Toh dari dulu harapan saya satu2nya cuma melihat kamu...orang yang saya cintai, bahagia...apapun jalannya... semoga Tuhan memberi yang terbaik, untuk kamu... dan untuk saya....

Tidak banyak yang berubah pada hati saya, masih mencintai kamu, utuh...

Banyak yang sebenarnya saya sesali, tapi untuk apa... Mencintai kamu adalah anugrah bagi saya,..itu saja sudah cukup, walaupun kadang harapan saya meminta lebih, tapi saya juga tidak bisa memaksa kamu untuk mencintai saya lagi... dan kembali kedua tahun yang lalu saat kita kekenyangan cinta,karena bahkan kamu sudah mencintai ratu barumu...

Saya adalah orang yang menangis paling keras saat melihat kamu sedih dan terluka, dan tertawa paling antusias ketika melihat kamu tersenyum bahagia... untuk itu hari ini saya turut bahagia untuk kamu dan mimpi-mimpi baru kamu...  

Melihat kamu hidup baik, bahagia,dan  bebas dari duka, itu saja sudah cukup bagi saya...

Dan saya??? Saya baik-baik saja,.. hanya butuh sedikit upaya untuk berteman dengan realita...

Doa saya untuk kamu selalu hadir dikamar saya setiap malam...setiap hari... doa untuk kebahagiaan kamu...dan hanya kamu....

Selasa, 18 Oktober 2011

Ketika wanita itu bersuara...

Ibu telah mengajariku banyak hal...

Merangkak, tertatih, berdiri, bejalan hingga berlari...

Kini kedua kakiku telah mampu menopang kehidupanku sendiri,...

dengan peluh yang tidak sedikit dan airmata yang terpaksa harus tumpah karena menahan sakit, semua pengorbanannya kurasa kini tak sia-sia menyaksikan aku yang kini juga sedang belajar untuk berlari.. kontribusi nya bagi kehidupanku sangat nyata... walaupun memang dia tidak pandai merangkai kata ...namun dia tetap manusia hebat yang sangat mengagumkan untukku, untuk hidupku...

22 tahun sudah aku dilatihnya berjalan, meraba medan yang tidak mulus untuk dilalui atau bahkan terkesan ekstrem dalam penglihatanku..segala rasa takutku ditepisnya, diajariku olehnya  untuk melawan ketidakmampuanku dalam segala hal...Dia bentuk aku menjadi wanita tegar yang mandiri...yang terbiasa untuk menopang kepalaku sendiri saat aku butuh bersandar pada bahu seseorang...tidak! aku tidak melakukan itu, hanya akan membuatku semakin lemah dan aku paham itu..

Medan ekstrem bernama Impian yang menjelma konkret menjadi cita-cita itu belum juga selesai pada garis finishnya.. masih terlalu jauh katanya..aku mulai bosan untuk berjalan..aku ingin berlari mengahampiri garis finish itu yang sudah mulai terlihat menebal pada penglihatanku dari jarak aku berjalan sekarang, dan ibu hebatku tidak pernah bosan untuk mengajariku..lalu ia ajarkan aku untuk  berlari..dia menjadi cheerleaders terbaik didunia untuk memberiku energi saat aku mulai lelah untuk belajar berlari...dan tidak memberiku kesempatan untuk berhenti .. katanya hidupku terlalu singkat untuk hanya berhenti pada satu titik..dimana garis finish masih berjarak dari titik tempatku berhenti...jangan berhenti berlari..dan jangan kembali berjalan ketika kamu sudah sanggup untuk berlari, begitulah kira-kira pesan yang kuterima dari nonverbalnya, ya karena lagi-lagi harus ku katakan dia tidak terlalu pandai merangkai kata...namun itu bukan cacat buatku..dia tetap wanita mendekati sempurna...

Tak terlalu banyak dia ajarkan aku norma..karena aku dibentuknya sebagai manusia logis yang hanya melakukan dan mempercayai sesuatu yang berargumen jelas dan masuk diakal orang-orang waras....tidak diijinkannya otakku berhenti berpikir, bahkan disaat fisikku sedang rehat, karena hanya otaklah yang melambangkan kualitas diri sebenarnya, kemampuan berpikirku terus diasahnya, begitu kritis sehingga tak jarang terlihat apatis bahkan skeptis..tapi sosok seperti inilah yang diinginkannya tumbuh dalam pribadiku..kira-kira begitu karena aku hanya bisa menangkap maksud implisitnya, karena lagi-lagi dia pernah pernah berkata secara lugas tentang harapannya kepadaku..entah..mungkin karena tidak ingin menutut pikirku..benar-benar wanita tanpa manja ibu hebatku, tak pernah kudengar dia merengek akan harapannya padaku..

Semua sikap tegasnya telah mengantarkan aku menjadi wanita berpemikiran lugas...

Tak pernah dia ajarkan aku menjadi manja..dia hanya ajarkan aku untuk keras bekerja..
Tak pernah dia ajarkan aku menjadi boneka..dia selalu ajarkan aku menjadi  wanita ber-IQ diatas rata-rata..
Tak pernah dia ajarkan aku menjadi pelayan bagi gender yang berbeda..dia selalu ajarkan aku setara dalam pemikiran dan kinerja dengan mereka..

Dan ibu hebatku telah mengajariku segalanya tanpa latarbelakang pendidikan tinggi...tanpa kalimat lugas yang mudah untukku mengerti..dia tidak mengajariku dengan bahasanya..dia mengajariku dengan sikapnya...
Sikap dimana dia tidak pernah berkata untuk meminta...
Aku tak pernah dengar suaranya untuk menyatakan harapannya padaku..
Dan itu membuatku kagum pada ibu hebatku...membuat aku tidak pernah bisa berkata tidak...

Ketika wanita itu bersuara.....

  

Senin, 17 Oktober 2011

Celoteh Langit...

Malam cerah...pantulan bulan oranye dikolam mungil saya menyedot perhatian saya,   saya hanya terpaku memandanginya tanpa kedip,..

Terdengar sayub-sayub suara langit ditelinga saya..

Langit memanggil-manggil saya, menggoda saya untuk menengadah kearahnya, ...

“ada apa ngit? Kamu cerah sekali malam ini, ganteng lagi, baju bintang-bintang itu bikin kamu tambah sumringah...”
“ saya sedang bahagia....memangnya kelihatan ya??”

Saya terdiam...langit memang selalu ceria, namun malam ini ada eksprei lain di wajahnya...semburat merah jingga diujung wajahnya menandakan dia sedang malu-malu...

“kamu lagi jatuh cinta ya ngit?? Pipi kamu sampai merah begitu.. hayo bilang sama saya...!”

Langit tersenyum simpul... lalu menjawab dengan nada menggumam..

“iya...kenapa kamu bisa tau, saya saja baru menyadarinya kemarin...”

Kali ini saya yang tersenyum simpul...

“ kalau ekspresi wajah kamu begitu..semua orang juga bisa tau, bukan hanya saya...saya ikut senang ngit..kalau kamu lagi jatuh cinta saya jadi betah memandangi kamu cerah rasanya”

Langit tertunduk malu-malu...
Sejenak dia terdiam lalu bersiul salah tingkah...

“ jangan hanya bersiul-siul ngit, sana temui cintamu, katakan semuanya yang kamu rasakan...”

“saya malu, tidak bisa,....berat rasanya,,,saya takut juga dia akan menolak saya...”

Saya terdiam mencerna ketakutan langit dalam hening malam...

“Kalau kamu takut patah hati, kenapa kamu tidak takut jatuh cinta? Mereka itu sepaket ngit! Tidak bisa dipisah-pisah...”

Langit diam sepertinya tidak suka dengan kalimat saya... hanya melirik tajam kearah saya,,,,

“ jangan bilang begitu..saya baru saja jatuh cinta, kenapa kamu ingatkan saya dengan patah hati...bikin saya hilang selera”

Langit protes dengan nada kesal, saya hanya tersenyum menanggapinya...saya diam agar langit mencerna sendiri kalimat-kalimatnya...

 Lama saya terdiam, dia mulai kesal sendiri...

“kenapa kamu diam saja? “
“nanti kalau saya bicara lagi, kamu kesel lagi sama saya...”
“kalau begitu ucapkan kalimat yang bikin saya tidak kesal...”

Saya tersenyum dan menghela napas...

“ngit, cinta itu tidak pernah hilang selera, cinta itu mengalir dan menemukan jalannya sendiri mau berujung di selokan atau dilaut lepas, cinta tetap cinta yang tidak bisa kamu konstruksi dan manipulasi, cinta itu punya jiwa sendiri dan tidak butuh tali, kalau toh dia menyatukan kamu dengan yang kamu cintai itu akhir yang bahagia, tapi kalau memang tidak, kamu juga harus tetap bersyukur sudah dianugrahkan rasa seagung itu oleh Tuhan, lalu apa yang kamu takutkan?”

Langit kembali merenung...walaupun saya tau dia sudah ingin protes sama saya..

“kamu sok tau...memang kamu sudah pernah jatuh cinta?”
Ucap langit dengan nada menyindir...

Saya tersenyum, ada perasaan hangat di hati saya, seperti sesuatu melumer memenuhi rongga yang kosong, menghangat dan entah apa..

“lebih dari cinta ngit, entah apa namanya...”
Jawab saya lirih...

Langit kaget lalu terdiam merenung sendirian, dia kenal betul kalimat saya,..dan kini dia senang asik mengeja setiap hurufnya untuk mencari artinya, dia heran sendiri mengartikannya...

“lalu apa kalau begitu?” tanyanya
Saya menaikkan bahu tanda tidak tau, langit tersenyum dan ceria lagi...

“kalau begitu, kamu tau ya seperti apa perasaan saya sekarang..”ucap langit dengan nada sumringah...
Saya mengangguk tanda mengerti..

“jangan-jangan kamu juga sedang jatuh cinta seperti saya ya?”

Saya tertawa...lepas... seakan beban dipundak saya hilang semua, pertanyaan langit membuat saya geli sendiri, entah apa yang lucu, tapi pertanyaan itu membuat saya benar-benar ingin tertawa...lama saya tertawa hingga akhirnya saya atur napas saya satu-satu untuk sebuah jawaban...

“saya cuti jatuh cinta ngit...”

Langit mengernyitkan kening...
“sampai kapan?” tanyannya masih penasaran...

“hanya Tuhan yang tau....”

Langit diam, sayapun diam malam mulai larut...hening.., kalimat terakhir saya menjadi akhir dari celoteh langit malam ini,...hanya suara jangkrik kegirangan memecah sunyi....dan saya ikut bahagia untuk langit yang dijatuhi cinta malam ini...

Untuk Bintang Jatuh...

Bintang jatuh...

Malam ini ijinkan saya titip semua mimpi saya ya...
Biar kamu bawa pergi dan melenyap bersama sosok mu yang angkuh menantang malam...
Saya titip semua mimpi tanpa kecuali...jangan ada yang kamu tinggal lagi...

Bukannya saya tidak mau membuangnya sendiri...tapi saya tidak sanggup menyimpannya lagi...
Biar semua mimpi itu cuma kamu yang tau...bukankah kita sudah sering saling bercerita dan sesekali bercanda saat malam tiba?

Saya mohon jangan bilang siapa-siapa...saya hanya ingin membagi itu dengan kamu...
Tidak dengan bulan, tidak dengan awan dan tidak juga dengan ....dia....

Rasanya lega saat harus merelakan semuanya, termasuk mimpi saya...
Sakit sekali, tapi itu memang harga yang harus saya bayar untuk menciptatakan bahagia untuk dia...

Hey..jangan tersenyum getir begitu...saya tidak bercanda!....
Cukup dia yang menilai saya klise dan terkesan janggal, tapi kamu jangan...

Sedih rasanya punya mimpi tapi tidak diberi kesempatan dan kepercayaan untuk mewujudkannya, lalu untuk apa saya simpan lagi...kamu paham kan?


Bintang jatuh...

Hanya kebahagiaan dia satu-satunya yang penting dalam hidup saya selama 832 malam terakhir, dan ironisnya dia justru tidak bahagia jika harus bersama-sama dengan saya....

Kalau saya egois ingin mewujudkan mimpi saya, justru mimpi dialah yang harus dikorbankan, demi Tuhan saya tidak rela...

Saya hanya bisa berharap semoga kelak impiannya bernasib baik, untuk bisa diraih olehnya,..tidak bernasib sama dengan mimpi saya....semoga dia sukses hidup berdampingan dengan mimpinya..

Saya juga titip salam untuk dia ya... tolong lafazkan semua doa saya untuk dia persis seperti yang setiap malam kamu dengar dari kamar saya...

Sudah dulu cerita untuk malam ini, sana pergi...melesat jauh dari awan dan hujan, jangan lupa titipan saya yang harus kamu bawa pergi...sebuah bungkusan besar bernama mimpi...





- Malam, Teh, dan Bintang Jatuh -

Sabtu, 15 Oktober 2011

Sembuhlah Ayah....

Sembuhlah ayah...

Ku ingin lihat senyum bahagia itu lagi diwajahmu..
Ku ingin dengar nasihat –nasihat berharga lagi darimu..
Ku ingin simak lagi cerita – cerita masa jayamu ...

Sembuhlah ayah...

Mari kita bertamasya lagi ke gunung ke sungai.. kemanapun kau suka...
Mari kita makan bersama lagi, bergurau disela kunyahan kita...
Mari kita bangun lagi mimpi- mimpi indah kita tentang cita dan cinta...

Sembuhlah ayah...

Tidakkah kau ingin melihatku membeli mimpiku?
Tidakkah kau ingin melihatku memakai kebaya indah dihari bahagiaku?
Tidakkah kau ingin menimang cucu dariku??

Sembuhlah ayah..
Ku mohon dengan segenap air mata dalam rasa sayangku, doa dalam harapku dan upaya sebisaku...

Sembuhlah ayah......sembuhlah...









- 10 mei 2011, malam, doa, dan air mata -

Senin, 10 Oktober 2011

Pulang...

Langit mulai gelap.. saya masih terpaku di depan komputer,,,jam diruangan saya menunjukkan pukul 7 malam,

“mbak, kok belum pulang?” Tanya office boy yang menyapu ujung ruangan saya...
saya tersenyum...getir...
“mau saya bikinkan kopi?” tanyanya lagi
“tidak terima kasih , saya tidak ingin apa2 saat ini..”

Kalimat itu denotasi...saya benar- benar kehilangan selera untuk apapun...
Bahkan kata “pulang” sudah membuat saya jengah...
Tidak ada yag saya tuju, tidak ada alasan untuk pulang..

saya pandangi layar handphone saya..kosong..tidak ada sms masuk atau telpon untuk saya, saya hanya bisa tersenyum sinis lagi...pahit....
Bagaimana mungkin dari sekian sms untuk mereka tidak ada balasan satupun?? Dan saya pastikan rumah masih kosong saat ini...jangankan ingat pulang, ingat membalas sms saya saja tidak...

Saya kirim lagi sms itu...dengan kalimat yang agak berbeda...
“ma..sudah pulang? Aku masih di kantor..”
........tak ada balasan...
“pa...mau pulang jam berapa? Pulang bareng yuk..aku jemput papa di kantor papa, nanti kita makan malam bareng, kita ajak mama sekalian”
........tak ada balasan....

Mata saya mulai panas...saya kenal betul indikasi ini..tidak..saya tidak boleh menangis...untuk apa menangisi kekosongan, kesepian, dan kejenuhan...walaupun saya sudah jengah dibuatnya..rasanya lelah sekali berjalan sendirian...entah sudah berapa ratus malam seperti ini...sepi...

Saya kirim sms ke nomer yang sama sekali lagi...
“ma, malam ini mungkin saya tidak pulang”
....... masih tidak ada jawaban....

Jumat, 07 Oktober 2011

Conversation with my heart

Dear my heart...

Sudah saya katakan berapa kali...
Tapi kamu tetap tak bergeming...
Dulu, kamu yang repot sendiri saat dia ada didekat saya... berdegup tidak karuan...
Sudah saya bilang... “i’m not ready for this relationship”...
Tapi kamu tetap berbunga-bunga saat dia menelpon saya, dan mengucapkan selamat tidur untuk saya..
Dulu, kamu menghangat tenang setiap saya bertemu dia ... seperti meleleh saja...ah dasar lemah!
Lalu....tiba-tiba kamu bilang pada saya... bahwa kamu memilih dia...
Saya bilang..”benarkah?dia orangnya?”
Lalu kamu mengiyakan dengan keyakinan penuh...
Kamu tidak pernah membiarkan saya tenang saat saya bersama dia..berdebar tak beraturan, membuat saya semakin salah tingkah  di depan dia...
Sudah saya katakan...”jangan begitu..saya tidak ingin jatuh cinta terlalu dalam, saya takut”
Tapi kamu tetap nekat menambah dosis rasa sayang saya pada dia setiap hari...kamu lancang!

Lalu...dua tahun kemudian...

Kamu menagis sejadi-jadinya...
Kamu bilang pada saya kalau kamu remuk tak berwujud...tanpa asa...
Kamu juga semakin jarang akur dengan saya...kamu jarang bisa saya ajak bicara lagi...

Dear my heart..
Ada apa dengan kamu? Bukankah sudah saya katakan dari dulu...
Tapi kamu tidak pernah mau mendengarkan saya...
Sana, usap air mata kamu...  balut dan obati luka kamu..
Cepat sembuh ya..
Harapan saya...
semoga kamu bisa cepat  kembali ceria dan penuh asa  seperti sedia kala...



Takut Hujan

Awalnya saya takut mendung...

Lalu hujan...terlalu deras untuk tubuh mungil saya...
Pohon basah kuyub, tanahnya becek, dan ranting-ranting patah karena teriakan petir...

Tapi benar kata mereka...ini hanya hujan...

Petir mulai kelelahan, hujan mulai melambaikan tangan...
Dan saya?... belajar menikmati pelangi setelah hujan pergi....




 - 2 minggu setelah "hujan" pergi meninggalkan hidup saya -

Kamis, 29 September 2011

Hujan Di Taman Belakang...



Bau hujan menggangu indera penciumanku..entah hidungku yang terlalu sensitif atau memang bau itu tidak bisa tidak untukku kenali...

Bau yang sama, rasa dingin yang sama dan irama bunyi yang nyaris sama..namun lebih nyaring saat itu...

Aku berbalut t-shirt tipis dan celana pendek kesayanganku...kamu mulai heran melihat  kostumku...”dingin?” 5 detik kamu menatap mataku...aku menggeleng dan kamu kembali sibuk dengan diammu...

Sepi...hanya hujan riang bernyanyi dan sesekali suara cicak yang usil mengintip kita dari balik mini rak kesayangan ayahku...aku tidak berhenti tersenyum sedari hujan mulai datang... “ knapa senyum terus? “ tanyamu singkat “ seneng...” jawabku sambil tertawa kecil, kamu ikut tersenyum....

Dua jam hampir berlalu aku dan kamu masih terdiam takjub melihat hujan, seakan kita tidak pernah melihatnya sepanjang hidup...kamupun masih sibuk dengan diam mu..terbawa dalam duniamu sendiri, dimensi dimana aku tidak bisa masuk kesana untuk mencari tau, .dimensi dimana aku hanya ada diteras untuk menunggu kamu keluar menemuniku...

aku dan hatiku tidak sedang berdiskusi..diam,aku hanya tersenyum dan sesekali meremas  tanganmu yang sedari tadi kamu kaitkan ke tanganku...erat... seakan ada power glue yang menyatukan.


Taman mungilku mulai kuyub karena ulah hujan..tak apa...justru itu membuatnya indah..lampu tamanku mulai terang tanda sore harus rela digantikan malam...kursi tempat kita duduk juga mulai tergusur oleh hujan..tapi kamu tidak perduli..diam dan terus tenang berjibaku dalam duniamu yang entah apa..

Satuan waktu masih berlaku dan Hujan sepertinya kehabisan energi untuk terus menemani kita..kamu mulai kembali dari duniamu, keluar dari dimensimu untuk kembali menemui aku didunia nyata...

“ Damai banget...pengen begini terus sampai kakek-nenek,bisakan?” sepasang mata innocent dan bibir kecil terindah milikmu memintaku penuh harap.

Lalu kamu terdiam lagi...hujan mulai pamit,

Sebenarnya aku begitu ingin menjawab satu harapanmu dengan banyak harapan yang ingin aku nyatakan:

“kalau begitu....mari kita menikah ditengah taman bunga matahari”
      “mari kita berdansa dibawah hujan disawah yang menguning”
                 “ mari kita berbulan madu ke ujung laut pulau papua“

Tapi bibirku justru terkatup rapat...
Aku  hanya bisa tersenyum...senyum yang tidak pernah seantusias ini.... :) 






- kenangan 26 April 2011,aku, kamu,  hujan di taman belakang... -

“ Jika Anda tak suka terhadap sesuatu, Ubahlah. Jika tak kuasa merubahnya, ubahlah sikap Anda. Jangan Mengeluh! “


“ Jika Anda tak suka terhadap sesuatu, Ubahlah. Jika tak kuasa merubahnya, ubahlah sikap   Anda. Jangan Mengeluh! “

-          Maya Angelo  -


Saya terdiam membaca quote ini di buku yang saya baca... hal sepele memang, namun terlalu krusial untuk diabaikan, jika mau di evaluasi akan kita temukan terlalu banyak hal yang tak berhenti membuat kita mengeluh... apa sebenarnya yang kita keluhkan?? Situasi yang tidak sesuai dengan harapan kita atau justru sikap kita yang tidak cukup capable menghadapi situasi yang tidak sesuai dengan harapan?


Apapun itu, bukankah mengeluh tidak akan menyelesaikan masalah kita?, juga tidak dapat membuat hati kita menjadi sedikit lebih bahagia...saya juga menjadi bingung, dilihat dari sudut manapun mengeluh bukanlah hal yang menguntungkan untuk dilakukan namun mengapa masih juga sering untuk dilakukan? Kita dikaruniai Tuhan benda ajaib bernama otak yang memproduksi hal yang bernama rasio...itu memungkinkan kita untuk melakukan sesuatu berdasarkan hukum untung-rugi...lalu mengapa kita masih sering melakukan hal yang tidak meguntungkan kita? Atau bahkan merugikan kita...

Karena dengan mengeluh sama dengan kita “menelanjangi” diri kita sendiri dengan memperlihatkan kelemahan dan ketidakmampuan kita dalam menghadapi sesuatu..bukankah kita selalu berupaya untuk menutupi kelemahan kita?

Bukankah perbedaan antara kesulitan dengan kesempatan itu hanya terletak pada sudut pandang kita dan cara kita menyikapinya?
Selalu ada kesulitan dalam setiap kesempatan, juga
Selalu ada kesempatan dalam setiap kesulitan....
Jika demikian, hipotesisnya : keluhan kita adalah simbol ketidakmampuan kita menyikapi kesempatan dalam situasi yang ada.

Saya juga bukan orang hebat yang tidak pernah mengeluh, namun saya sedih mendengar dan melihat berbagai keluhan dewasa ini....ketika kita dihadapkan pada masalah bukankah akan lebih bijak jika kita sibuk untuk berpikir mencari solusi daripada menguras energi kita yang berharga dengan ‘mengeluh’....temukan solusi itu..lalu jalankan dengan penuh keyakinan dan keberanian...karena apapun hasilnya nanti itu akan lebih baik daripada hanya mengeluh dan tidak melakukan apa-apa, kalaupun gagal, bukankah itu akan menjadi suatu pelajaran yang sangat berharga, karena kemenangan terbesar kita bukanlah karena kita tidak pernah gagal, melainkan karena kita mampu bangkit kembali setiap kali kita gagal,  maka tolong jangan hindari kegagalan, karena kegagalan hanya dapat kita hindari dengan tidak melakukan apa-apa dan menjadikan apa-apa. Dan kehidupan seperti apakah yang akan kita ciptakan dengan tidak melakukan apa-apa?

       Merasakan kesedihan itu sangatlah wajar dan manusiawi, terlebih ketika kita mengalami kegagalan namun menenggelamkan diri dalam keluhan tak berkoma juga saya rasa bukanlah hal yang baik,berbagi cerita dengan orang lain akan lebih membantu, bedakan berbagi cerita dengan berbagi keluhan, tentu saya yakin kita cukup cerdas membedakan intonasi kedua kalimat tersebut, terkadang orang lain jauh lebih objective menilai kita sehingga bisa memberi saran yang membantu.

Terima hidup tanpa syarat, hilangkan berbagai persyaratan untuk merasakan bahagia, mungkin dengan seperti itu mahluk berakal seperti kita akan bisa meminimalisir keluhan :)

Saya sangat yakin bahwa kita mampu menjadi generasi yang ikhlas untuk selalu merasa bahagia apapun yang diberikan Tuhan kepada kita, dan berupaya untuk mengkreasikan itu agar menjadi kehidupan yang lebih baik lagi, menjadi generasi berhenti mengeluh agar dapat memaksimalkan energi untuk bekerja cerdas dan keras untuk mewujudkan semua impian kita.

Simpan keluhan dan ketakutan kita untuk diri kita sendiri, sebarkan keberanian dan senyum kebahagiaan kepada orang lain, agar dunia ini dipenuhi kalimat dan senyum keoptimisan untuk memperbaiki wajah kehidupan...  :)

Selasa, 27 September 2011

pagi yang berbeda



Pagi ini berjalan seperti biasa...

Hambar..tidak ada sesuatu yang cukup menarik bagi saya...hanya ritual pagi hari untuk menjaga stabilitas mood saya sampai malam nanti...

Lipat selimut, berdoa, senam kecil, ambil handuk, makan roti dan susu dan berangkat ke kantor...

Perjalanan pagi ini cukup padat, mobil saya berhenti di tempat...
Di tengah kebosanan saya, saya melihat 2 anak kecil berlari-larian di trotoar jalan, mereka memakai seragam putih merah, ditengah kemacetan yang menghimpit, mereka tidak perduli , melompat-lompat ceria bercanda berlarian melawan asap kendaraan jahat yang sesekali mengenai wajah halus mereka...

Ada sinar optimisme dan antusiasme yang sangat dalam di mata anak2 itu...mereka tidak peduli asap kendaraan, jalanan macet, atau keadaan trotoar jalan yang cukup rusak...itu semua tidak mengurangi antusiasme dan mood mereka untuk memulai hari dengan tawa ceria mereka...

Ah kepolosan itu...ya..tawa polos itu saya sangat merindukan tawa itu ada di wajah saya entah sudah berapa lama saya tidak tertawa selepas itu...saya juga iri pada sorot mata itu...penuh antusiasme menantang hari...betapa berbeda dengan saya yang hanya terprogram seperti robot...tanpa rasa...

Saya membayangkan saat terakhir saya yang sudah berumur 20an terjebak dalam tubuh dewasa saya tapi dengan tawa ceria anak2 seperti mereka, tertawa lepas, berlarian, tak perduli apapun di sekitar saya, apapun itu tidak akan merusak mood dan antusiasme saya saat itu, karena saya menantang hari dengan asa di mata saya...ceria...tidak dengan otak yang terprogram seperti robot sekarang ini...hampiir setahun yang lalu...dan kini saya menemukan diri saya terjebak dalam runinitas tanpa jiwa yang hampir membuat saya kehilangan rasa....

Rasanya malu sekali melihat mereka yang begitu antusias menantang masa depan yang belum pasti, sedangkan saya yang sudah jelas masa depannya didepan mata malah kehilangan antusiasme untuk meraihnya...

Baiklah...terimakasih anak2! Kalian memberi pelajaran berharga untuk saya pagi ini tanpa kita harus saling mengenal dan berinteraksi...keep your spirit...dan temui saya 15 tahun lagi ketika kalian sudah jadi sarjana, pengacara,guru, pengusaha atau ibu rumah tangga  dan ceritakan bagaimana kepolosan kalian bisa menebus impian kalian...

Jalan masih macet, 20 menit sudah...

Hey kalian!
Jangan pergi dulu dari situ! Tetaplah terlihat di pandangan saya! Saya ingin melihat lebih lama lagi senyum ceria penuh antusiasme itu... agar saya bisa belajar menirukannya ... sesempurna kalian tersenyum menyambut  pagi dengan semangat kepolosan kalian... 
  


Senin, 26 September 2011

fairytales don't always have a happy ending, do they??

Dua tahun saya bermimpi jadi puteri di kerajaan...

Dan tentu saja kamu pangerannya...

Baiklah mungkin mimpi saya berlebihan... dan ternyata punya harapan tinggi kalau jatuh itu sakit ternyata...

Yang saya sesalkan kenapa baru sekarang saya  sadar kalau fairytales itu tidak mungkin jadi kenyataan, sangat bertolak belakang dengan yang dikatakan mama saya waktu kecil...

Pertama saya hanya kesal..lalu menangis..lalu tertunduk seperti orang dungu... ternyata seperti ini rasanya kehilangan mimpi...

Tidak banyak yang bisa saya lakukan..hanya menjalani hidup saya seperti biasa saja..tidak banyak yang berubah, kecuali hati saya yang belum juga mau berkomunikasi baik sama saya, mungkin masih dalam tahap perbaikan...

Dua tahun meninggalkan banyak cerita..bahkan bagi saya itu bukan hanya sebuah cerita, itu adalah cerita saya dengan kamu dan itu jauh lebih berharga dari semua barang yang saya punya kalau bisa rasanya ingin saya gadaikan semua barang2 saya untuk menebus kamu kembali ke hidup saya... tapi sepertinya sia2...saya rasa hanya keajaiban Tuhan yang bisa mengembalikan kamu ke hidup saya lagi...

 Dua Tahun yang bahagia tanpa pertengkaran yang berarti..kamu selalu baik, kamu terlalu manis umtuk menghancurkan semuanya dengan wajah innocent kamu, bahkan saya masih tidak percaya kalau semuanya sudah berakhir..

Kadang- kadang saya masih suka salah bicara saat orang2 bertanya pada saya, “ punya pacar?” dan dengan yakin saya jawab “sudah” lengkap dengan keterangan kota kamu berada yang memang jauh dari saya..maaf..saya lupa kalau saya sudah jadi masa lalu kamu, bukan masa depan kamu lagi...

 Setelah semuanya berakhir kamu malah sering sms saya, menanyakan kabar dan keadaan saya, mungkin kamu khawatir saya akan minum racun seranngga, mengukir nadi tangan saya dengan silet atau terjun bebas dari gedung lantai 15 tapi tenang saja...saya cinta hidup saya, walaupun saya lebih cinta hidup saya yang ada kamu didalamnya....tapi saya ingat Tuhan akan selalu menjaga saya apapun yang terjadi.....

Belakangan saya sadar kalau ternyata saya tidak hanya jatuh cinta sama kamu tapi juga dengan harapan- harapan indah saya bersama kamu..mungkin itu yang menyiksa saya...karena mencintai kamu bukan hal yang menyakitkan...justru sebaliknya itu mengembalikan semua energi saya yang pernah hilang..kamu membawa warna di hidup saya, kamu memperbaiki senyum saya, kamu membawa semangat hidup dan mimpi2 baru bagi saya, kamu membuat saya percaya bahwa fairytales itu bisa jadi kenyataan...bukan kah cerita kita juga sudah seperti dongeng? Tapi bedanya sampai detik ini belum ada akhir yang bahagia buat kita..dan kamu pernah meyakinkan saya bahwa semuanya itu bisa jadi kenyataan bersama kamu....baiklah mungkin kamu juga sudah lupa bagian yang satu itu...

Memang tanpa kamu bumi masih berotasi pada porosnya, bulan masih pada bentuk dasarnya dan ,  mataharipun masih memancarkan panas luar 6000 derajat celcius, , artinya tidak  ada kerusakan kronis pada bumi dan tata surya...tapi tidak dengan dunia saya..... dunia saya berubah..seutuhnya....

Meja Rias


Seperti biasanya..saya mengantuk...


Meja rias saya masih berantakan dengan berbagai alat make up yang saya pakai  tadi pagi..

Ah sudahlah lagipula saya malas untuk beranjak dari sofa empuk saya untuk sekedar merapikannya, lagipula saya sudah mengantuk ya mengantuk...

Jam dinding kamar menunjukan pukul 12 malam saat saya terbangun, saya masih pakai baju kerja lengkap dan meringkuk di sofa, sepertinya saya ketiduran...lagi...

Mau tidak mau saya harus beranjak ke depan meja rias untuk menghapus make up dan ganti baju... lagi-lagi saya melihat foto kamu masih terpajang manis disitu...tidak pernah ada yang berubah dengan foto kamu masih dengan bingkai yang sama, dan letak yang sama.. tidak pernah saya biarkan  benda apapun menutupinya...

Sama seperti foto kamu...kamupun masih menjadi satu2 nya pria yang saya pajang dihati saya, sudah 1.545 hari kamu terus betah ada dihati saya, jangan tanyakan alasannya, saya juga tidak tau kenapa bisa jatuh cinta sama pria seperti kamu, toh saya penganut aliran “ love doesn’t need reason” jadi buat apa pusing2 memikirkan alasannya...kamu...masih dengan bingkai yang sama dan letak yang sama dihati saya, persis seperti di meja rias kesayangan saya...

Saya tidak bermaksud sengaja statis mempertahankan rasa cinta saya, bahkan sudah saya coba berkali2 untuk melupakan kamu dengan berbagai cara...tapi hasilnya? Muka innocent kamu makin menghantui saya lebih dari sebelumnya...saya pernah coba berteriak didepan kaca berkata
“saya benci senyum innocent kamu”
“saya benci mata indah kamu”
“saya benci bibir kecil kamu”
“’saya benci semua perhatian kamu”
“saya benci nada bicara sopan kamu”
“saya benci diperlakukan istimewa sama kamu”

Dan hasilnya? Saya melihat seorang gadis tolol yang berteriak2 konyol di pantulan kaca yang justru membuat keadaanya jadi lebih buruk...

Bukankah seharusnya saya sudah bisa melupakan kamu?toh Hampir 356 malam tidak ada kabar dari kamu...tapi nyatanya saya masih percaya kamu akan datang lagi kehidup saya sebagai sebuah kejutan...sama seperti pertama kali kamu datang kehidup saya lagi setelah 9 tahun tidak bertemu, sebuah kejutan ...

Terkadang saya marah pada harapan saya, jika sudah begitu maka komunikasi saya dengan hati saya jadi tidak baik...saya begitu ingin membuang foto kamu dari meja rias saya biar hati saya juga bersih dari  wajah kamu...tapi hati saya tidak mengijinkannya, bahkan menangis memohon saya untuk tidak melakukannya...saya terdiam dan benar2 tidak bisa melakukannya.

Hampir tiap malam saya mengucapkan selamat tidur untuk kamu, begitu juga setelah kamu menghilang...tidak ada yang berubah, kecuali 356 malam terakhir saya hanya menitipkan ucapan itu pada angin dan saya yakin, pasti sudah sampai kepada kamu, sampai kamu bosan mendengarnya.

Terkadang saya iri pada semua yang kamu bawa pergi...seandainya saja saya bisa menjelma menjadi blackberry kesayanganmu, selimut kumal teman tidur setiamu, atau momo (kucing manis yang selalu menemanimu), pasti sekarang saya tidak terlalu merindukan kamu seperti ini, kenapa saya tidak kamu bawa pergi seperti mereka?atau mungkin hanya saya yang sengaja ingin kamu tinggalkan tanpa pamit? Entahlah..saya tidak tau..

Hey kamu...
Dimanapun kamu, saya hanya ingin kamu tau bahwa tidak ada yang berubah...kamu masih dengan bingkai dan letak yang sama dihati saya...sama persis seperti di meja rias kesayangan saya  ......