Seperti biasanya..saya mengantuk...
Meja rias saya masih berantakan dengan berbagai alat make up yang saya pakai tadi pagi..
Ah sudahlah lagipula saya malas untuk beranjak dari sofa empuk saya untuk sekedar merapikannya, lagipula saya sudah mengantuk ya mengantuk...
Jam dinding kamar menunjukan pukul 12 malam saat saya terbangun, saya masih pakai baju kerja lengkap dan meringkuk di sofa, sepertinya saya ketiduran...lagi...
Mau tidak mau saya harus beranjak ke depan meja rias untuk menghapus make up dan ganti baju... lagi-lagi saya melihat foto kamu masih terpajang manis disitu...tidak pernah ada yang berubah dengan foto kamu masih dengan bingkai yang sama, dan letak yang sama.. tidak pernah saya biarkan benda apapun menutupinya...
Sama seperti foto kamu...kamupun masih menjadi satu2 nya pria yang saya pajang dihati saya, sudah 1.545 hari kamu terus betah ada dihati saya, jangan tanyakan alasannya, saya juga tidak tau kenapa bisa jatuh cinta sama pria seperti kamu, toh saya penganut aliran “ love doesn’t need reason” jadi buat apa pusing2 memikirkan alasannya...kamu...masih dengan bingkai yang sama dan letak yang sama dihati saya, persis seperti di meja rias kesayangan saya...
Saya tidak bermaksud sengaja statis mempertahankan rasa cinta saya, bahkan sudah saya coba berkali2 untuk melupakan kamu dengan berbagai cara...tapi hasilnya? Muka innocent kamu makin menghantui saya lebih dari sebelumnya...saya pernah coba berteriak didepan kaca berkata
“saya benci senyum innocent kamu”
“saya benci mata indah kamu”
“saya benci bibir kecil kamu”
“’saya benci semua perhatian kamu”
“saya benci nada bicara sopan kamu”
“saya benci diperlakukan istimewa sama kamu”
Dan hasilnya? Saya melihat seorang gadis tolol yang berteriak2 konyol di pantulan kaca yang justru membuat keadaanya jadi lebih buruk...
Bukankah seharusnya saya sudah bisa melupakan kamu?toh Hampir 356 malam tidak ada kabar dari kamu...tapi nyatanya saya masih percaya kamu akan datang lagi kehidup saya sebagai sebuah kejutan...sama seperti pertama kali kamu datang kehidup saya lagi setelah 9 tahun tidak bertemu, sebuah kejutan ...
Terkadang saya marah pada harapan saya, jika sudah begitu maka komunikasi saya dengan hati saya jadi tidak baik...saya begitu ingin membuang foto kamu dari meja rias saya biar hati saya juga bersih dari wajah kamu...tapi hati saya tidak mengijinkannya, bahkan menangis memohon saya untuk tidak melakukannya...saya terdiam dan benar2 tidak bisa melakukannya.
Hampir tiap malam saya mengucapkan selamat tidur untuk kamu, begitu juga setelah kamu menghilang...tidak ada yang berubah, kecuali 356 malam terakhir saya hanya menitipkan ucapan itu pada angin dan saya yakin, pasti sudah sampai kepada kamu, sampai kamu bosan mendengarnya.
Terkadang saya iri pada semua yang kamu bawa pergi...seandainya saja saya bisa menjelma menjadi blackberry kesayanganmu, selimut kumal teman tidur setiamu, atau momo (kucing manis yang selalu menemanimu), pasti sekarang saya tidak terlalu merindukan kamu seperti ini, kenapa saya tidak kamu bawa pergi seperti mereka?atau mungkin hanya saya yang sengaja ingin kamu tinggalkan tanpa pamit? Entahlah..saya tidak tau..
Hey kamu...
Dimanapun kamu, saya hanya ingin kamu tau bahwa tidak ada yang berubah...kamu masih dengan bingkai dan letak yang sama dihati saya...sama persis seperti di meja rias kesayangan saya ......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar