Rabu, 18 Januari 2012

Tak butuh perlombaan....



Mengapa aku harus “berlomba” untuk memenangkan hatimu?

Bersaing dengan orang lain untuk merebut hati kamu bukanlah hal yang masuk akal untukku

Kamu bukan piagam, piala ,bukan juga hadiah doorprise atau semacamnya...

Kamu adalah kamu...
Manusia jelmaan malaikat nyaris sempurna dimataku..

Tidak akan ku dapatkan sensasi apapun ketika aku mendapatkan kamu lagi...

Semuanya tidak akan pernah sama bukan? ...

Aku lebih suka memandangi kamu seperti ini, dengan jarak, bukan dengan tali yang mengikat kita hingga tak sanggup bergerak...

Kamu masih sama dengan yang dulu...
Lugu, manis, cerdas dan tak berhentinya mengganggu pikiranku...
Tak apa, aku juga lebih sering merasa tidak keberatan...
Biar kadang aku kesal juga kecanduan kamu seperti ini...

Sudah berapa lama ya kita tidak jumpa? Ah sudahlah.. aku lupa, dan tidak berarti apapun untukku..
Bukankah dulu kita juga jarang bertemu?

Lagipula, jika suatu saat nanti Tuhan yang maha baik mengijinkan aku untuk bertemu kamu lagi, entah kapan, aku rasa tidak akan merubah banyak keadaan kita..

Aku tetap aku, dan kamu....tetap kamu...
Dan kita tidak tidak akan pernah bertemu di awal jalan itu lagi....

Jangan merasa bersalah atau justru terbebani dengan apa yang aku rasakan...
Lagi..lagi harus aku katakan:

"Sungguh, tahu bahwa kamu hidup baik dan bahagia sudah lebih dari cukup untukku.."

Tolong berhenti berpikir bahwa kalimat diatas adalah hiperbola, aku tidak menggunakan kiasan apapun ketika mengucapkan itu, bukankah tanpa hiperbola saja kalimat itu sudah terdengar berlebihan? Tapi tidak untukku...

Kamu lebih baik begitu.. hidup dalam duniamu yang entah apa, dan keasyikan tenggelam bahagia didalamnya dan semoga kelupaan bahwa ada aku disini mengamatimu sedari tadi dan tersenyum sendirian...

Sekali lagi, semuanya tidak akan pernah sama,
Sekalipun rasa itu masih ada disini, tapi aku tidak lagi sedih dan berharap ketinggian.....
Melepaskan kamu sepenuhnya menjadi salah satu hal terbaik yang pernah aku lakukan...
Aku tetap saja aku...

Dan untuk itulah, tidak ku perlukan sebuah perlombaan...

Cinta itu...


Cinta itu...
Ketika nama nya menjadi puisi terindah bagi bibir kita untuk selalu memanggilnya dengan senyum...

Cinta itu...
Ketika pacuan detak jantung kita tidak sanggup kita kendalikan saat melihat dia sekalipun dalam jarak radius 10 meter...

Cinta itu...
Ketika melamunkan dia sudah menjadi jadwal harian kita yang tanpa alpha kita lakukan tanpa sadar setiap hari...

Cinta itu...
Ketika bermimpi tentang dia bukan lagi hal yang aneh untuk bunga tidur kita disetiap malam..

Cinta itu...
Ketika mendengar suaranya jauh lebih nikmat dan menarik dari menu makan siang yang terhidang di hadapan kita...

Cinta itu...
Ketika kita sanggup dengan detail menceritakan awal dan setiap pertemuan dengannya, lengkap dengan apa yang kita rasakan saat itu...

Cinta itu...
Ketika kita tidak pernah merasa kehabisan stok rasa rindu sekalipun sudah bertemu hampir di  setiap menit...

Cinta itu..
Ketika kita tidak lagi dapat membedakan mana yang lebih penting antara dia dan oksigen yang kita hirup...

Cinta itu....
Ketika kita sanggup mencurahkan semua ketulusan dan perhatian yang kita punya , tidak perduli dia akan membalasnya atau tidak...

Cinta itu...
Ketika kita merasa rela untuk menjadi tarzan and jane yang hanya punya kehidupan berdua tanpa gangguan orang lain...

Cinta itu...
Ketika kita merasa tidak pernah ada yang lebih penting dari semua kepentingan dan kebahagiaannnya..

Cinta itu...
Ketika kita selalu ingin berubah menjadi super hero terhebat saat dia butuh pertolongan kita...

Cinta itu...
Ketika kita selalu ingin menjelma menjadi badut terlucu didunia untuk menghibur setiap tangis dalam kesedihannya...

Cinta itu...
Ketika kita menjadi orang yang tersenyum paling antusias ketika melihat dia bahagia..

Cinta itu...
Ketika kita menjadi orang yang menangis paling keras ketika melihatnya jatuh dan terluka...

Cinta itu..
Ketika semua kalimat dan kidung yang ada didunia tak lagi sanggup untuk menggambarkan apa yang kita rasakan untuk dia....

Cinta itu...
Ketika kita tidak lagi sanggup merayu nya karena apa yang kita rasakan sudah lebih dari rayuan hiperbola manapun yang pernah ada...

Cinta itu...
Ketika apa yang kita rasakan tidak pernah luntur sekalipun dia menghilang  dalam kehidupan kita tiba-tiba...

Cinta itu...
Ketika kita selalu setia menyimpan setiap jengkal memory kita dengannya, walaupun mungkin dia sudah melupakannya dan menganggapnya usang...

Cinta itu...
Ketika melihatnya hidup baik dan bahagia menjadi obat bagi semua rasa sakit yang kita rasakan karena kehilangannya...

Cinta itu..
Ketika kita merelakan semua keikhlasan kita untuk melihatnya hidup bahagia dan saling mencintai dengan orang yang dia cintai....



Suratku untuk Tuhan...


Tuhan
Masih ingatkah engkau kepadaku?
Ya hamba kecil Mu yang dulu berbalik arah untuk berjalan membelakangi arah Mu
Aku rasa, Terlalu lama aku pergi dari Mu..
Sekarang aku disini, Tuhan kembali merengek di ujung kaki angungMu,

Tuhan,
Masihkah Kau ada di sisiku?
Kuharap iya, karena ku harap Kau masih sudi untuk memelukku lagi lebih erat hari ini, merasakan kasih sayang Mu lebih dari sebelumnya...

Tuhan,
 Masih bisakah kau maafkan aku?
Yang hanya bisa datang lagi kepadamu dengan membawa air mata penyesalan yang tumpah ruah
Membasahi semua kenangan terburuk saat aku berada sangat jauh dari Mu...

Tuhan,
Masih bisakah aku pulang kerumah Mu?
Susah payah ku cari jalan pulang ini,aku rindu padamu,  aku ingin bertemu denganMu, Tuhan..
Kembali berbincang sering dengan bahasa kita, seperti saat aku kecil dulu,...

Saat Segenap sujudku tak mampu menebus semua rasa bersalahku kepadamu,
Saat semua do’aku yang kurasa tak bisa sampai kepadaMu karena jauhnya jarak kita,
Saat semua kebaikan yang kuperbuat terasa tetap kosong karena bukan diniatkan untuk Mu,
Saat itulah aku pulang, Tuhan, dan saat itu adalah kini...

Tuhan, sayangi aku lagi... jangan ijinkan aku pergi lagi...
Pegangi aku erat, Tuhan dan mintalah malaikat menjagaku ketat agar aku tak lagi bisa pergi dari Mu dan jalan indahMu....




Dear Ayah....

Dear, ayah...

apa kabarmu disana yah?
ku harap semuanya berjalan sebaik harapan kita...

sudah berapa lama ya kita tidak bertemu? rasanya aku tidak lagi mengenal satuan waktu..

kadang aku sering berpikir, aku ini anak macam apa ya yah?membiarkan ayah sakit disana tanpa ku jaga dan ku temani...

aku rindu ayah, dengan semua canda dan diskusi sore kita, disana...ya dibangku taman di sudut jalan itu...

dulu sering kau ceritakan kepadaku tentang kecerdikan kancil, kebijaksanaan burung hantu, dan kelembutan hati si kelinci ditaman itu...

kini aku sudah dewasa yah, tidak banyak yang berubah padaku, aku tetap gadis kecil kesayangan ayah...
akupun masih semanja dulu, bedanya kini aku tidak bisa lagi kau panggul dipundakmu seperti dulu...

dulu ayah bilang, ayah baik-baik saja, dan kita semua akan berkumpul lagi... tapi ternyata menjadi dewasa dan tau semuanya tidak se menyenangkan pikiranku saat kecil dulu..

ayah, tidak pernah kubayangkan menjadi dewasa itu serumit ini, tak dapat kubayangkan bagaimana dulu proses pendewasaanmu hingga kau bisa menjadi sehebat ini...

dulu, dengan memeluk boneka teddy bear kesayanganku aku sering bilang padamu bahwa ayah adalah pahlawan kesayanganku yang nomor satu, melebihi the powerpuff girl dan doraemon...walaupun ayah sering protes karena menurut ayah doraemon bukanlah pahlawan,
jika sudah begitu ayah akan tersenyum kemudian mencium keningku, dibangku taman itu...

bangku taman itu sekarang sudah tua yah, setua semua kenangan indah kita, entah sudah berapa usianya, lagi lagi aku sepertinya kehilangan satuan waktu untuk mengais semua kenangan kita...

semua itu tinggal kenangan yah, siapapun tak mungkin bisa masuk kapsul waktu untuk pulang ke masa kecil lagi...

ayah bilang sekarang ayah sudah tidak hebat lagi, karena tidak bisa lagi mendongengkan cerita untukku atau mengajakku jalan-jalan ke taman...

semua rasa sakit yang menghambat kemampuan ayah untuk membahagiakan aku seperti dulu, tidak akan pernah bisa menghambat rasa sayang ku untuk ayah , ayah tetap hebat, walau tidak lagi bisa bicara lancar untuk mendongengkan aku, atau tak lagi bisa berjalan gagah untuk mengajakku jalan-jalan,...saat inipun ayah tetap pahlawan nomor satu untuk aku, melebihi the powerpuffgirl dan doraemon....

apa ayah tau, aku begitu menyayangi ayah, melebihi semua kenangan manis kita...
kuharap ayah tau, walaupun aku tak lagi bisa menemani ayah disana....untuk menjalani semua pengobatan rutin untuk kesembuhan ayah..

aku tidak pernah absen berdoa pada tuhan yang maha baik agar kita bisa bersama-sama lagi...

cepet sembuh ya yah...

saat ayah sembuh nanti, aku ingin membawakan sebuah buku dongeng agar ayah bacakan lagi untukku, dan menarik tangan ayah berlari ke sebuah tempat yang sudah sangat lama menunggu kedatangan kita...

sebuah bangku taman di ujung jalan.....